Tinggalkan komentar

Perekonomian

PerekonomianDaerah
1. Pertumbuhan Ekonomi
Meski Provinsi Sulbar baru terbentuk resmi lebih
dari 3 tahun, namun kinerja perekonomiannya
dapat dideteksi melalui indikator pergerakan
perekonomian yang terjadi pada semua kabupaten
yang tergabung pada provinsi ini pada tahun
sebelumnya.
Pertumbuhan ekonomi rata-rata Sulbar adalah
sebesar 5,87%. Sektor perdagangan, hotel dan
restauran menyumbang 4,25% sebagai sektor
kedua terbesar. Sektor ekonomi lain yang cukup
besar yang memberikan kontribusi adalah di bidang
jasa (6,55%) dan bidang industri (4,50%).
Sedangkan sektor listrik, gas, dan air bersih pada
tahun yang sama mempunyai kontribusi yang
paling kecil, hanya sekitar 0,36 persen.

2. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)
Peranan sektor pertanian (termasuk perkebunan,
perikanan, kehutanan dan peternakan) masih
mendominasi struktur ekonomi Sulawesi Barat dalam
pertumbuhan ekonominya, dengan kontribusi Produk
Domestik Regional Bruto (PDRB) yakni sebesar 58,19%.
Tingginya peranan ini ditopang oleh subsektor
perkebunan dengan
kontribusi rata-rata 28,04
persen. Hal ini menunjukkan
bahwa sebagian besar
penduduk Sulbar masih
mengandalkan sektor
pertanian tanaman
perkebunan.
Selain pertanian, sektor
lain yang mempunyai
kontribusi cukup besar adalah
sektor jasa-jasa, sektor
perdagangan, hotel dan
restoran, dan sektor industri
pengolahan yang masing- masing menyumbang 12,83 persen, 12,74 persen, dan 7,35 persen (keadaan Tahun 2005) terhadap
pembentukan total PDRB Provinsi Sulawesi Barat.
Sedangkan sektor listrik, gas, dan air bersih pada tahun
yang sama mempunyai kontribusi yang paling kecil, hanya
sekitar 0,36 persen.

3. Komoditi Unggulan
Komoditi unggulan dari masing-masing sektor
penggerak perkonomian di provinsi Sulawesi Barat, adalah
sebagai berikut :
perkebunan : kakao, kelapa sawit, kelapa
dalam, dan kopi.
pertanian : padi, jagung dan ubikayu
hortikultura : jeruk manis, durian,
langsat, dan manggis,
hasil hutan : kayu, damar dan rotan.
perikanan : ikan pelagis (tuna dan
cakalang), udang, ikan
bandeng dan rumput laut.
peternakan : sapi, kambing dan ayam
buras.
pertambangan : minyak dan gas bumi,
batubara, emas, bijih besi,
dan bahan galian golongan
C (sirtu, batu gunung, dll).
pariwisata : wisata pegunungan, wisata
bahari, wisata budaya dan
wisata agro

4. Ketenagakerjaan
Kontribusi lapangan usaha sektor pertanian terhadap
dunia kerja yang sebesar 76 % dari penduduk usia kerja
yang mencapai 424.125 jiwa (data tahun 2005) di Sulbar.
Prosentase jumlah tenaga kerja yang diserap di sektor
ini, tertinggi di Kabupaten Mamasa (90,40%) dan
terendah di Kabupaten Majene (53,46%), sedangkan di
Kabupeten Mamuju (79,43%), Polewali Mandar
(68,33%), dan Mamuju Utara (85,08%). Besarnya daya
serap jumlah tenaga kerja di sektor pertanian berkorelasi
dengan besarnya jumlah penduduk yang bekerja di sektor
tersebut. Sektor lainnya yang menyerap tenaga kerja
setelah pertanian, sektor perdagangan sebesar 9,4%
dan sektor jasa 6.65%.
Di antara lima daerah dalam lingkup Provinsi Sulawesi
Barat, Kabupaten Majene dan Mamasa adalah daerah
yang dalam struktur perekonomiannya terdapat sektor
ekonomi yang cukup signifikan tidak bertumpu pada
pertanian secara langsung (9,33%), tetapi sektor yang
menyerap lapangan kerja terbesar seperti perdagangan
(30,34%), angkutan dan komunikasi (17,18%) dan jasa
(22,77%) juga merupakan rangkaian dari proses distribusi
dan perdagangan hasil-hasil komoditas sektor pertanian.
Sedangkan penduduk usia kerja pada sektor lapangan
usaha diluar sektor di atas seperti pertambangan, industri
pengolahan, listrik, gas dan air, bangunan serta keuangan
dan persewaan, porsinya masih di bawah 10 persen.

5. Perdagangan dan Koperasi
Kegiatan perdagangan dan koperasi berkembang
cukup signifikan dalam lima tahun terakhir di Sulbar.
Kegiatan ini didominasi perdagangan hasil-hasil pertanian
dan hasil-hasil industri kecil termasuk kerajinan. Kegiatan
perdagangan tersebut, selain untuk tujuan lokal juga
untuk perdagangan antar pulau, untuk pasar Pulau
Jawa, Kalimantan dan daerah-daerah Kawasan Timur
Indonesia lainnya.
Kegiatan perdagangan hasil-hasil pertanian yang
berkembang, seperti: beras, jagung, jeruk manis, kakao,
kopi, cengkeh, ikan, udang, rumput laut dan berbagai
komoditas lainnya, termasuk hasil industri kecil dan
menengah. Kegiatan ini lebih banyak digerakkan dari pasar
di Kabupaten Polman dan Mamuju. Untuk mendukung
kelancaran arus barang dan komoditi, maka Pemprov
telah merencanakan pembangunan jaringan pergudangan
di Sulbar dengan pergudangan utama ditempatkan di
Polman dan Mamuju.
Dalam upaya memperlancar kegiatan usaha
perdagangan ini maka pemprov Sulbar telah
memprioritaskan percepatan pembangunan infrastruktur
(jalan, pelabuhan, bandara) agar dapat mempermudah
arus keluar masuk barang ke Sulbar.

6. Perindustrian
Perkembangan industri di Sulbar
mulai memiliki peran yang cukup
signifikan dengan pertumbuhan ratarata
pertahun mencapai 6,7%.
Pengembangan industri di Sulbar
masih didominasi oleh industri kecil
seperti batubata, industri makanan,
kerajinan rumah tangga, pembuatan
furnitur, konfeksi, pandai besi,
bengkel dan industri kecil lainnya
dijumpai di seluruh kabupaten di
Provinsi Sulawesi Barat. Sedangkan
pemintalan sutera dapat dijumpai di
Mamasa dan Polewali Mandar. Jenis
industri kecil yang cukup banyak
menyerap tenaga kerja di seluruh
kabupaten adalah usaha gula aren
dan pembuatan furnitur. Usahausaha
tersebut dikerjakan secara
formal (ada izin dari pemerintah) dan
tidak formal.
Beberapa industri spesifik yang
memerlukan sentuhan iptek dan
investasi adalah kain khas
“Sekomandi”, tenun sarung sutra
Mandar, pengrajin Marmer, Industri
Rotan, Industri Kapal/ perahu,
furnitur berbagai jenis kayu (eboni,
kelapa,dll), industri minyak kelapa
dalam, industri pengolahan ikan,
industri rumah tangga pembuatan
kue khas seperti “baye golla kambu”
dan dodol serta industri kecil lainnya.
Industri besar masih didominasi
dengan industri pengolahan kelapa
sawit, yang masih sebatas
pengolahan buah tandan segar
menajdi menjadi minyak kelapa sawit
(CPO). Industri pengolahan lebih
lanjut, seperti industri biodiesel belum
tersedia. Demikian pula dengan
industri pengolahan kakao, rumput
laut, dan jeruk manis juga belum
ada, sehingga peluang pengembangan
industri pengolahannya
sangat besar untuk dikembangkan.

7. Perbankan
Sebanyak 29 kantor Bank Umum maupun BPR yang
tersebar pada lima kabupaten di provinsi ini. Bank yang
telah beroperasi diantaranya adalah BRI, BNI, Bank
Sulsel, Bank Mandiri dan BPR Agrimakmur Lestari. Dengan
adanya pengembangan menjadi sebuah provinsi
beberapa bank telah merencanakan dalam waktu dekat
untuk meningkatkan status kantor cabang pembantu
menjadi kantor cabang penuh sehingga kewenangan
operasional bank semakin meningkat terutama dalam
proses peningkatan besar plafon kredit yang dapat
disalurkan.
Dalam dua tahun terakhir (2005-2006) pertumbuhan
kredit di Sulawesi Barat dari 583,2 milyar (2005) naik
menjadi 751,9 milyar (2006) atau 28,91% tumbuh di
atas rata pertumbuhan kredit di Sulawesi Selatan sebesar
19,28%, dan secara nasional sebesar 20%. Ini
membuktikan, besarnya kebutuhan dan daya serap kredit
dalam mendorong akselerasi pembangunan di Sulawesi
Barat. Pengembangan agro industri di Sulbar akan
bertumpu pada peran UMKM. Besaran kredit UMKM
meningkat dari 342,2 milyar (2005) naik menjadi 474,3
milyar (2006) atau 38,61% pertumbuhan peningkatannya.
Pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan kredit
UMKM di Sulsel yang hanya tumbuh sebesar 20,25%
pada tahun 2006.
Meningkatnya pertumbuhan kredit sejak menjadi
provinsi telah mendorong antusias masyarakat Sulbar
membangun perekonomian setempat. Bagi sektor
perbankan ini merupakan suatu peluang memperbesar
cakupan pelayanan dan pemasaran kredit produktif.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: